Minggu, 30 Oktober 2016

Kisah sukses mengikuti seleksi PT. Kereta Api Indonesia


Bismillahirohmanirohim !
Assalamualaikum Wr. Wb
Pertama – tama saya ingin mengucap syukur alhamdulillah kepada Allah SWT, atas kenikmatan dan kelimpahan rizeki serta kesehatan yang saya terima, sehingga pada saat ini saya dapat menyempatkan waktu untuk berbagi pengalaman serta tips dan cara untuk dapat lolos dalam setiap tahapan tes PT. KAI.

Sebelum saya memberikan tips dan cara untuk dapat lolos tes KAI, saya akan berbagi sedikit pengalaman yang saya lalui ketika melakukan ujian demi ujian yang saya hadapi. Namun ada peribahasa yang sudah kita ketaahui, yaitu. Tak Kenal Maka Tak Sayang, oleh sebab itu saya akan memperkenalkan sedikit Background profil saya.
Nama Lengkap             : Bryan Sangga Bahtera
Alamat                        : Tuban. Jawa Timur
Tempat/Tgl Lahir        : Tuban/ 06-05-1994
Univ                            : D3- Politeknik-KP Sidoarjo
Jurusan                       : Teknik Perikanan (3.45)

Saat itu saya wisuda pada 20 aug 2016, dan dimeriahkan oleh drumband kampus, kebetulan kuliah saya di asrama karna semi militer, jadi seluruh biaya di tanggung kampus, karena langsung dibawah bu susi.
ketika itu saya sudah berencana untuk mendaftar PT. KAI ,pd tgl 27/Aug pngumuman hasil admin saya tidak lolos, entah mungkin karna saya saat itu masih menggunakan SKL. tp saya tdk lekas putus asa, kemudian saya mendapat kabar dari teman kalau ada pndftaran lagi, untuk Daop bandung, sehingga saya mencoba untuk kembali mndaftar lewat online, selang bbrpa hari hasil pngumuman admin saya lolos, dan lanjut tahap 2 yaitu kesehatan awal di bdung, akan tetapi bersamaan ada rekrut juga di job fair malang, lalu saya putuskan untuk ikut serta. Alhasil saya ikut dua rekrut sekaligus, dan untungnya tidak dipersoalkan. saat tes di malang saya lolos kes awal, sedaangkan yg di bdg saya juga lolos, sehingga lanjut tahap 3 yaitu psikotes, beda tgl tes dari jadwal rekrut bdung dgn surabaya, hanya 1 hari. sehingga saya harus kerja keras dan butuh kesehatan fit, soalnya saya bolak balik bdung-sby setiap kali tes. setelah tes dan pngumuman saya lolos dan lanjut tahap 4 yaiutu wawancara. setelah pengumuman rekrut di bdung dan sby keduanya saya lolos dan lanjut dalam tahap ahir / 5. Ini adlah penentuan dimana lolos tidaknya kita. setelah saya mengikkuti dua rekrut ini alhasil selesai sudah seluruh tahapan,. Ohh ya saya lupa menyebutkan bahwa saya mengikuti rekrut sbya dg mengambil D3 masinis , sedngkan untuk bandung saya mengambil D3 Kondektur, sekian lama saya menunggu hasil kelulusan, sekitar 1bln. Ahirnya muncul juga, dan syukur alhamdulillah saya lolos D3 Masinis, saat itu ada 20 org dari 1000 skian, 20 itu bkn hanya masinis tp juga ada kondektur.

Nah Sekian sedikit cerita singkat dari saya, sekarang saya akan memberi sedikit tips buat teman-teman yg mungkin membaca blog ini.
1. Selalu berharap ridho Allah
2. Meminta doa dan restu ortu
3. Jangan tinggalkan sholat 5 waktu
4. Siapkan mental dan belajar psikotes jauh hari
5. Benahi kesehatanmu, seperti gigi dan farises
6. Jaga kesehatan
7. Sering – Sering minum jus wortel dan air putih.

Mungkin hanya itu yang sedikit dapat saya bagi pada rekan – rekan, sejujurnya saya tidak terlalu hobi share akun atau cerita ke orang lain, tetapi saya memiliki janji dalam hati waktu itu, jika saya lolos saya akan share ke blog sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain, soo good luck



Hijrah, Itu Indah











Sabtu, 13 Agustus 2016

bahaya logam berat

BAHAYA LOGAM BERAT PADA IKAN

Berdasarkan sudut pandang toksikologi, logam berat dapat dibagi dalam dua jenis. Jenis pertama adalah logam berat esensial, di mana keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Contoh logam berat ini adalah Zn, Cu, Fe, Co, Mn dan lain sebagainya. Sedangkan jenis kedua adalah logam berat tidak esensial atau beracun, di mana keberadaannya dalam tubuh masih belum diketahui manfaatnya atau bahkan dapat bersifat racun, seperti Hg, Cd, Pb, Cr dan lain-lain. Logam berat ini dapat menimbulkan efek kesehatan bagi manusia tergantung pada bagian mana logam berat tersebut terikat dalam tubuh. Daya racun yang dimiliki akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Lebih jauh lagi, logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagi manusia. Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan.
Berdasarkan daya hantar panas dan listriknya merkuri (Hg) dimasukkan dalam golongan logam. Sedangkan berdasarkan densitasnya, dimasukkan ke dalam golongan logam berat. Merkuri memiliki sifat-sifat :
1. Kelarutan rendah;
2. Sifat kimia yang stabil terutama di lingkungan sedimen;
3. Mempunyai sifat yang mengikat protein, sehingga mudah terjadi biokonsentrasi pada tubuh organisme air melalui rantai makanan;
4. Menguap dan mudah mengemisi atau melepaskan uap merkuri beracun walaupun pada suhu ruang;
5. Logam merkuri merupakan satu-satunya unsur logam berbentuk cair pada suhu ruang 25oC;
6. Pada fase padat berwarna abu-abu dan pada fase cair berwarna putih perak;
7. Uap merkuri di atmosfir dapat bertahan selama 3 (tiga) bulan sampai 3 (tiga) tahun sedangkan bentuk yang melarut dalam air hanya bertahan beberapa minggu.
Merkuri terdapat sebagai komponen renik dari minyak mineral, dengan bantuan kontinental yang rata-rata mengandung sekitar 80 ppb atau lebih kecil lagi. senyawa-senyawa alkil merkuri lebih tahan urai daripada senyawa alkil atau merkuri anorganik, oleh karena itu senyawa alkil merkuri lebih berbahaya sebagai bahan pencemar. Merkuri masuk ke lingkungan perairan berasal dari berbagai sumber yang timbul dari penggunaan unsur itu oleh manusia seperti buangan laboratorium kimia, batu baterai bekas, pecahan termometer, fungisida kebun, tambal gigi amalgam dan buangan farmasi.
Merkuri yang terdapat dalam limbah atau waste di perairan umum diubah oleh aktifitas mikro-organisme menjadi komponen metil-merkuri (Me-Hg) yang memiliki sifat racun (toksik) dan daya ikat yang kuat disamping kelarutannya yang tinggi terutama dalam tubuh hewan air. Hal tersebut mengakibatkan merkuri terakumulasi baik melalui proses bioakumulasi maupun biomagnifikasi yaitu melalui rantai makanan (food chain) dalam jaringan tubuh hewan-hewan air, sehingga kadar merkuri dapat mencapai level yang berbahaya baik bagi kehidupan hewan air maupun kesehatan manusia yang makan hasil tangkap hewan-hewan air tersebut. Terjadinya proses akumulasi merkuri di dalam tubuh hewan air, karena kecepatan pengambilan merkuri (up take rate) oleh organisme air lebih cepat dibandingkan dengan proses ekresi, yaitu karena metil-merkuri memiliki paruh waktu sampai beberapa ratus hari di tubuh hewan air, sehingga zat ini menjadi terakumulasi dan konsentrasinya beribu kali lipat lebih besar dibanding air disekitarnya.
Bioakumulasi adalah peningkatan konsentrasi suatu zat sepanjang rantai makanan. Berikut ini adalah gambaran bagaimana perjalanan metil-merkuri dari air hingga masuk ke dalam tubuh manusia dan binatang :
1. Metil-merkuri di dalam air dan sedimen dimakan oleh bakteri, binatang kecil dan tumbuhan kecil yang dikenal sebagai plankton;
2. Ikan kecil dan sedang kemudian memakan bakteri dan plankton tersebut dalam jumlah yang sangat besar sepanjang waktu;
3. Ikan besar kemudian memakan ikan kecil tersebut, dan terjadilah akumulasi metil-merkuri di dalam jaringan. Ikan yang lebih tua dan besar mempunyai potensi yang lebih besar untuk terjadinya akumulasi kadar merkuri yang tinggi di dalam tubuhnya;
4. Ikan tersebut kemudian ditangkap dan dimakan oleh manusia dan binatang, menyebabkan metil-merkuri berakumulasi di dalam jaringannya.
Ikan dapat mengabsorbsi metil-merkuri melalui makanannya dan langsung dari air dengan melewati insang. Oleh karena merkuri terikat dengan protein di seluruh jaringan ikan, termasuk otot, maka tidak ada metoda pemasakan atau pencucian ikan untuk mengurangi kadar merkuri di dalamnya.
Pengaruh langsung pollutan terhadap ikan biasa dinyatakan sebagai lethal (akut), yaitu akibat-akibat yang timbul pada waktu kurang dari 96 jam atau sublethal (kronis), yaitu akibat-akibat yang timbul pada waktu lebih dari 96 jam (empat hari). Sifat toksis yang lethal dan sublethal dapat menimbulkan efek genetik maupun teratogenik terhadap biota yang bersangkutan. Pengaruh lethal disebabkan gangguan pada saraf pusat sehingga ikan tidak bergerak atau bernapas akibatnya cepat mati. Pengaruh sub lethal terjadi pada organ-organ tubuh, menyebabkan kerusakan pada hati, mengurangi potensi untuk perkembang-biakan, pertumbuhan dan sebagainya. Seperti peristiwa yang terjadi di Jepang, dimana penduduk disekitar teluk Minamata keracunan metil-merkuri akibat hasil buangan dari suatu pabrik. Metil-merkuri yang terdapat dalam ikan termakan oleh penduduk disekitar teluk tersebut. Ikan-ikan yang mati disekitar teluk Minamata mempunyai kadar metil merkuri sebesar 9 sampai 24 ppm.
Faktor-faktor yang berpengaruh di dalam proses pembentukan metil-merkuri adalah merupakan faktor-faktor lingkungan yang menentukan tingkat keracunannya. Merkuri yang diakumulasi dalam tubuh hewan air akan merusak atau menstimuli sistem enzimatik, yang berakibat dapat menimbulkan penurunan kemampuan adaptasi bagi hewan yang bersangkutan terhadap lingkungan yang tercemar tersebut. Pada ikan, organ yang paling banyak mengakumulasi merkuri adalah ginjal, hati dan lensa mata.
Toksisitas logam-logam berat yang melukai insang dan struktur jaringan luar lainnya, dapat menimbulkan kematian terhadap ikan yang disebabkan oleh proses anoxemia, yaitu terhambatnya fungsi pernapasan yakni sirkulasi dan eksresi dari insang. Unsur-unsur logam berat yang mempunyai pengaruh terhadap insang adalah timah, seng, besi, tembaga, kadmium dan merkuri.
Keracunan merkuri pertama sekali dilaporkan terjadi di Minamata, Jepang pada tahun 1953. Kontaminasi serius juga pernah diukur di sungai Surabaya, Indonesia tahun 1996. Pengaruh pencemaran merkuri terhadap ekologi bersifat jangka panjang, yaitu meliputi kerusakan struktur komunitas, keturunan, jaringan makanan, tingkah laku hewan air, fisiologi, resistensi maupun pengaruhnya yang bersifat sinergisme. Sedang pengaruhnya yang bersifat linier terjadi pada tumbuhan air, yaitu semakin tinggi kadar merkuri semakin besar pengaruh racunnya. Metil-merkuri diketahui mengganggu perkembangan janin, mengakibatkan cacat lahir pada janin yang ibunya terpajan merkuri.
Pengaruh dari toksisitas merkuri terhadap tubuh antara lain : kerusakan syaraf, termasuk menjadi pemarah, paralisys, kebutaan atau ganguan jiwa, kerusakan kromosom dan cacat bayi dalam kandungan. gejala-gejala ringan akibat keracuna merkuri adalah depresi dan suka marah-marah yang merupakan sifat dari penyakit kejiwaan, sakit kepala, sukar menelan, penglihatan menjadi kabur, daya dengan menurun, merasa tebal di bagian kaki dan tangannya, mulut terasa tersumbat oleh logam, gusi membengkak dan disertai diare, lemah badan, dan cacat pada janin manusia.
Merkuri dengan konsentrasi tinggi kadang kala di dapatkan di perairan dan jaringan ikan yang berasal dari pembentukan ion monoetil merkuri yang larut, CH3Hg+ dan (CH3)2 Hg, oleh bakteri anaerobik di dalam sedimen, merkuri dari senyawa-senyawa ini menjadi pekat di dalam lemak jaringan ikan (penguat biologis) dapat mencapai 103.
Sebagai hasil dari kuatnya interaksi antara merkuri dan komponen tanah lainnya, penggantian bentuk merkuri dari satu bentuk ke bentuk lainnya selain gas biasanya sangat lambat. Proses methylisasi merkuri biasanya terjadi di alam di bawah kondisi terbatas, membentuk satu dari sekian banyak elemen berbahaya, karena dalam bentuk ini merkuri sangat mudah terakumulasi pada rantai makanan. Karena berbahaya, penggunaan fungisida alkylmerkuri dalam pembenihan tidak diizinkan di banyak negara.
Logam Berat di Surabaya
SELURUH limbah beracun yang ada dalam lingkungan air memiliki kadar tertentu. Lewat proses pencernaan, maka limbah tadi dapat masuk ke dalam tubuh biota, baik ikan maupun tumbuhan air. Apabila racun tadi tak dapat diuraikan, maka akan terjadi biomagnifikasi di dalam tubuh biota. Apabila biota tadi dikonsumsi lagi oleh biota dalam taraf trofis yang lebih tinggi, maka konsentrasi zat racun per kilogram berat badan biota akan meningkat.
Di Indonesia, dari hasil penelitian Effendi (1996) ditemukan residu pestisida pada plankton sebesar 0,04 ppm, pada tanaman air sebesar 0,08 ppm, pada kerang 0,42 ppm, pada ikan 1,20 ppm, dan pada bebek 3,5 ppm. Manusia yang makan bebek tersebut akan memiliki kadar pestisida dalam tubuhnya lebih besar lagi.
Saat ini, bila melihat data-data kesehatan dari beberapa hasil penelitian memberikan indikasi bahwa kadar logam berat maupun pestisida dalam tubuh warga Surabaya telah di atas ambang batas. Penelitian Vera Hakim (1998) rata-rata kadar Pb darah anak-anak di Kenjeran 59,62 mikrogram/dl, untuk populasi anak-anak Surabaya sesuai penelitian Soesanto (1997) rata-rata-nya 39,73 mikrogram/dl.
Padahal, nilai ambang batas menurut WHO adalah 10 mikrogram/dl. Kondisi ini sudah cukup berdampak pada anak-anak Surabaya, antara lain menurunnya IQ sampai empat poin, kurang konsentrasi dalam belajar sehingga prestasi belajar menurun, berperilaku agresivitas tinggi, penyakit kanker serta penyakit-penyakit degeneratif lainnya. Itu di antaranya disebabkan mengonsumsi ikan yang tercemar limbah.(Abdul Rohim T,2008)
Ikan yang dijual di pasar-pasar Surabaya saat ini juga ada yang ditemukan mengandung kadar logam berat dan kadarnya tidak bisa ditolerir lagi. Hasil penelitian Ririh dan kawan-kawan (1998) ditemukan kadar Pb (tembaga) dan Cd (cadmium) yang terkandung dalam ikan yang dijual di Surabaya telah melewati ambang batas WHO (dalam penelitian itu juga dilaporkan bahwa 92,3 persen responden di Surabaya mengonsumsi ikan setiap hari), Kadar Hg (raksa) pada ikan di Surabaya rata-rata 70,72 mikrogram/l (standar WHO = 30 mikrogram/ l) dan kadar Pb dalam ikan 70,72 mikrogram/l (standar WHO 200 mikrogram/l), bila mengacu pada standar EPA Amerika Serikat dan ADI (Acceptable Daily Intake) kadar semua logam karat tersebut telah di atas ambang batas
(Dari berbagai sumber)